Refleksi Tahun 2015

Haul Gusdur 26 Desember 2015
Ini Testimoni Para Tokoh Nasional tentang Gus Dur
29/12/2015
fitnah akhir zaman
Terompet Itu dan Fitnah Akhir Zaman
30/12/2015
Show all

Refleksi Tahun 2015

refleksi tahun 2015

Kawan, saya ingin berbagi refleksi saya tentang pelajaran kehidupan sepanjang tahun 2015. Siapa tahu anda pun mengalami hal yang sama. Mari berbagi refleksi dan pelajaran, dengan menuliskannya di sini.

  1. Mereka yang mengganggu kehidupan kita itu memang sengaja Allah kirimkan agar kita tidak pernah bergantung pada manusia dan bisa merasakan bahwa hanya berharap semata pada Allah lah hidup kita akan tenang. Jadi, usah risau dengan omongan orang lain.
  2. Kalau kita sukses maka banyak kawan yang mendekat, tapi di saat kita sedang menghadapi beragam masalah, hanya sahabat sejati lah yang akan bertahan dan mendukung serta mempercayai kita. Ini lah cara Tuhan melakukan “cuci gudang” sehingga kita tahu siapa kawan yang bicara jelek atau menusuk di belakang kita, dan siapa yang benar2 tulus menjalin persahabatan. Syukurlah kita jadi tahu siapa kawan yang sebenarnya.
  3. Cobaan terberat itu bukan datang di saat kita lemah, tapi justru di saat kita kuat. Kita akan diserang pada titik terkuat yang selama ini jadikan pegangan hidup kita. Jadi yakinkan pada diri kita bahwa kita kuat dan sanggup menghadapinya karena Tuhan telah berjanji tidak akan membebani kita di luar kemampuan kita. Selalu ada jalan untuk ber-hijrah, seperti contoh Rasulullah SAW.
  4. Sukses itu bukan persoalan hasil tapi masalah ikhtiar. Kalau semata berorientasi pada hasil, maka setiap kita berhasil, akan ada orang lain yang melampaui keberhasilan kita. Keberhasilan itu cuma bonus saja. Fokus-lah pada ikhtiar kita. Teruslah bekerja dan berusaha. We do our best, and God will do the rest.
  5. Jangan Caper (cari perhatian) ke media sosial. Masalah tidak akan pernah selesai dengan curhat ke media sosial. Banyak orang yang senang kalau tahu kita punya masalah, dan alih-alih membantu malah menjadikan curhatan kita sebagai bahan gossip. Selesaikan masalah di atas sajadah, bukan dengan koar-koar di media sosial.
  6. Jangan Baper (bawa perasaan) sehingga kita tidak lagi bisa berpikir jernih. Selalu berorientasi pada solusi, bukan malah sibuk memasukkan masalah ke dalam perasaan kita. Begitu kita terpancing emosi, maka kemampuan kita untuk menyelesaikan masalah menjadi tumpul. Jaga hati dan akal kita.
  7. Terakhir, diamlah dan masuk ke dalam hening. Menyendirilah bersama Sang Kekasih Sejati. Apapun peristiwanya, siapapun yang kita hadapi, dan bagaimanapun dahsyatnya kehidupan kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan kita.

Semoga pelajaran di tahun ini menjadi bekal kita untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik, untuk keluarga, kolega, komunitas dan umat, di tahun 2016.

Selamat berlibur dan selamat tahun baru. Love you all 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *